Mari Mengenal Pendahulu-Pendahulu Kita

Mengumpulkan Mutiara Sejarah yang Berceceran
Ahad, 18 Oktober 2010 M / 10 Zulqaedah 1431 H

Pagi itu kami bersiap menuju ke Sidoarjo, tempat yang terkenal dengan kerupuk udangnya. Perjalanan ini memiliki misi yang tidak main-main sobat, tidak hanya sekedar jalan-jalan menghabiskan weekend. Tapi lebih dari itu, kami harus mengumpulkan berita, mutiara sejarah, menyusuri jejak yang mulai terkaburkan! Sepertinya terdengar begitu menakjubkan ya! Kita lihat saja nanti.

Perjalanan yang kami lalui ditempuh sekitar 45 menit lamanya. Dengan menggunakan kendaraan roda dua, kami susuri perjalanan dengan lumayan mudah hingga tiba di rumah kediaman orang yang kami tuju. Nah, sobat, tahu tidak siapa beliau?

Sek, rumah beliau ini begitu sederhana. Dan innalillah, ketika itu banjir sedang melanda ke pelosok kampong, sehingga kami masih dapat melihat jelas bahwa rumah yang kami datangi ini baru saja terkena genangan air. Tapi alhamdulillah rumah ini tidak lagi tergenang sebagaimana rumah yang lainnya. Rumah yang begitu sederhana namun menunjukkan keteduhannya ini tak lain merupakan milik Pak Ibrahim. Ya, Pak Ibrahim. Beliau inilah orang yang kami kunjungi. Beliau Ketua JMMI ITS pada tahun kedua diresmikan. Dari sinilah kisah ini di mulai.

Baik, bercerita tentang Pak Ibrahim, beliau merupakan seorang pemimpin sejati sepertinya. Karena sampai saat ini beliau masih berkecimpung di kancah kepemimpinan dengan menjadi Pembantu Rektor di sebuah Perguruan Tinggi Islam. Sip dah! Nah sekarang kita masuk ke histori JMMInya.

Sebenarnya dahulu sebelum JMMI ada, TPKI (Tim Pembina Kerohanian Islam) telah lebih dahulu diinisiasi. Mulai adanya pada tahun 1985, didirikan oleh bapak-bapak dosen, yang ketika itu diketuai pertama kali oleh Pak Ahmad Bahtir, dosen jurusan Teknik Kimia. Nah, setelah itu muncul kegiatan ramadhan yang pertama kali terorganisir, yakni RDK! (Ramadhan Di Kampus). Ini sekitar tahun 1986 terinisiasinya. Yah, kegiatan pada saat itu masih cukup sederhana, yakni beberapa kegiatan rutin ramadhan seperti tarawih dan kajian-kajian, SanCah (Pesantren Bocah) dan FoRMI (Forum Remaja Manarul Ilmi). Tapi ini menjadi cikal bakal JMMI ke depannya.

Setelah itu barulah terus berkembang kegiatan di masjid, dan akhirnya JMMI lahir pada tahun 1986 itu. Yang awalnya hanya mengurusi kegiatan ketika Ramadhan mulai merambah pada hal yang lebih luas, yakni pembinaan. Waktu berganti waktu, akhirnya 3 tahun kemudian pada tahun 1989 secara resmi (de yure) JMMI TPKI ITS didirikan. Pada waktu itu Ketua Umum pertamanya adalah Pak Yusuf Rohana. Selang 1 periode kepengurusan barulah Pak Ibrahim diangkat menjadi Ketua Umumnya menggantikan Pak Yusuf.

Menarik jika kita melihat sisi dakwahnya, ternyata dakwah “ketauladanan” begitu kental terpatri pada individu pengurus harian masa-masa pak Ibrahim ini. Citra aktivis JMMI begitu bagus di mata warga ITS terutama di kalangan dosen. Bahkan ketika dosen memiliki masalah seputar keagamaan, rujukannya meminta bantuan ke aktivis JMMI. Kepahaman dalam ilmu agama, militansi, menjaga hijab pada malam hari (terutama yang akhwat), sangat mereka pegang teguh. Subhanalloh, begitu mulianya aktivis JMMI.

Kami sempat menggali dalam wawancara kami bahwa pernah ada suatu kasus perbenturan agama, yang pada saat itu dosen elektro mencoba mengungkapkan kebenaran Islam dengan sains dan teknologi. Dan mengajarkannya hingga membuat diktat kuliah malah! Sehingga mengundang perdebatan dengan dosen dan aktivis Kristen. Tapi pada akhirnya si Dosen tadi men-curhatkannya ke Pak Ibrahim dkk, kemudian dapatlah solusi untuk menarik kembali diktat dosen tersebut dari peredaran. Tentunya dengan penjelasan yang baik dan menyentuh diberikan oleh JMMI pada Pak Dosen tadi. Bahkan JMMI mampu memahamkan dengan baik pada pihak birokrasi.. Sekali lagi Subhanalloh! JMMI mampu menjadi problem solver dalam permasalahan umat!

Yah begitulah, kalo terus diceritakan lagi akan semakin iri kita pada prestasi pendahulu-pendahulu kita. Dan asal sobat tahu, program ketika awal-awal itu cukup simpel saja, seperti Peringatan Hari Besar Indonesia (PHBI), syiar-syiar terutama melalui kajian, mulai pula ada mentoring, dan tentunya kegiatan kaderisasi yang tak kalah ketinggalan, PSI 1 – Muqim 1, PSI 2 – Muqim 2, dan PSI 3 – Muqim 3. Trus di awal-awal ini pun ranah dakwah kita sudah mencakup di berbagai wajihah.

Meski terlihat banyak kelebihannya, tentu ditemukan pula hambatan-hambatan dalam melakoni dakwah assabiqun katika itu. Bahkan demi membangun pondasi dakwah (terutama karena harus banyak memegang kelompok mentoring), IP pengurus harian pada turun dan ndak bisa tepat waktu. Padahal kita tahu bahwa sekarang Pak Muchtashor sudah menjadi Profesor yang tergolong muda. Allohuakbar. Pak Muchtashor yang menjadi Sekum ketika zamannya Pak Yusuf (Ketum pertama seperti yang saya sampaikan tadi) itu jelas-jelas bukan orang bodoh. Tapi bernasib Nasakom (Nasib Satu Koma) hanya untuk menanam benih dakwah ini.. membangun pondasi dakwah ini.. O iya, tambahan lagi terkait media komunikasi juga masih susah ketika itu jadi terpaksa harus benar-benar memanfaatkan event ngumpul bersama syuro ph dengan se-efektif dan se-efisien mungkin.

Nah, terakhir apa yang bisa kita petik dari perjalanan ini? Tentunya bukan telat lulus dan IP Nasakomnya ya! HE2. Ato malah kegiatan yang standar2 aja.. He2 Merugi dong kita jadinya. Ingat sobat, mihwar kita saat ini sudah sangat menuntut kita produktif dan prestatif!

So, tunggu apa lagi… Semua ada di tangan kita..
Let’s get the great beat!

Sinergi kita! Pembinaan kita! Syiar dan Citra Lembaga kita!
Ledakkan potensi dan kapasitas diri kita!

Mari kita Buktikan dan Petik Berkah Alloh sebanyak-banyaknya..!!
Allohuakbar. Allohuakbar. Allohuakbar.

Teruntuk yang kucintai karena Robb-ku
PH KSD 1011 JMMI ITS

Dari saudaramu,
Refi Efendi, ST. MM. (Insy)

Leave a comment

Filed under JMMI (Jama'ah Masjid Manarul Ilmi) ITS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s