Belajar Memaknai dan Membuat Penerjemahan Informasi

A good translation must strive for dynamic equivalence

Makna yang ada pada bahasa yang satu jika dipindah ke bahasa yang lainnya belum tentu dapat dengan sempurna diterjemahkan. Hal mendasar yang kita harus pahami adalah bahwa penerjemahan selalu melibatkan dua bahasa yang berbeda, yaitu bahasa sumber (Bsu) dan bahasa sasaran (Bsa). Setiap bahasa memiliki sistem dan struktur yang berbeda, yang mengakibatkan perbedaan dalam penyajian informasi. Sementara itu, penerjemahan yang baik haruslah mengupayakan tercapainya kesepadanan dinamis, yaitu kesepadanan pemahaman pembaca Bsu dan Bsa atas pesan yang disampaikan oleh sebuah teks (Nida dan Taber 1974:12).

Terkadang kita menemukan kesulitan dalam mengartikan suatu kalimat, padahal jika kita lihat di kamus ataupun men-translitkannya secara gamblang kita dapat melakukannya. Hanya saja cenderung kita tidak menemukannya maknanya secara utuh dalam kesepadanan dinamis dari kata-kata tersebut. Nah, salah satu hal yang sering menimbulkan masalah dalam upaya mencapai kesepadanan dinamis itu adalah menerjemahkan informasi yang implisit, yaitu informasi yang tidak disebutkan secara literal atau tertulis di dalam teks sumber. Menurut Beekman dan Callow (1974:47) penyajian informasi secara implisit berbeda antara satu bahasa dengan bahasa lain sehingga dituntut kejelian penerjemah dalam menerjemahkan informasi implisit tersebut agar pesan yang terkandung dalam sebuah teks dapat disampaikan dengan baik.

Dalam hal ini kita akan melihat contohnya pada bahasa Inggris. Dan kita coba meninjau dari aspek yang sederhana terlebih dahulu;

Pertama, saya sepakat bahwa jika dalam keadaan manual kita mencoba men-translitkannya, maka hendaklah kita pahami secara global isi dari naskah atau jurnal kita itu. Kemudian berangsurlah menandai dan menerjemahkan kata-kata yang sulit. Ingat, mulailah dari bagian yang termudah.

Kedua, saat jalan di atas telah kita tempuh, dan ketika kita memiliki kesempatan untuk menggunakan aplikasi teknologi terkini, maka kita dapat mengunjungi situs translate.google.com. Nah, disini kita bisa meng-copypaste-kan teks tulisan yang mau kita terjemahkan di “translate text”, atau apabila ada di suatu situs web tinggal tunjuk saja link url situs tersebut di “translate a web page”. Kemudian kita seting konfigurasi bahasa sumber yang akan diterjemahkan ke bahasa sasaran hasil terjemahan. Misal : Indonesian >> Inggris. Terakhir, tinggal klik tombol “translate” dan tunggu hasil terjemahannya.

Ketiga, ini masuk pada ranah yang lebih kompleks bahwa untuk padanan kata yang mengandung makna implisit. Beekman dan Callow (1974:58-56) menjelaskan beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengeksplisitan sebuah informasi sebagai berikut:
(1) Dibutuhkan oleh struktur bahasa sasaran,
Hal pertama yang harus menjadi pertimbangan penerjemah dalam mengeksplisitkan sebuah informasi adalah bahwa jika struktur bahasa sasaran menuntut hal tersebut.
(2) dibutuhkan oleh kesetiaan dinamis,
Salah satu alasan penting untuk mengeksplisitkan informasi eksplisit adalah karena tuntutan stilistika dan struktur wacananya.

Begitulah, mudah-mudahan dapat menjadi tambahan wawasan yang bermanfaat bagi kita semua.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s