Mencoba memanggil memori ketika AHWA

Assalamu’alaykum ikhwah fillah yang ana cintai karena Alloh.. Berikut ana coba sedikit paparkan agar GBHK kita ke depan dapat lebih terarah.. Dan saatnya berpikir integrasi, untuk masalah-masalah detail ana sarankan agar dibahas setelah semuanya terbentuk sehingga waktu kita lebih efisien, yang penting kita paham esensinya dan dapat menjabarkannya dalam deskripsi langkah kerja yang runtut..

Pada dasarnya GBHK merupakan grand design dakwah kita 1 tahun kepengurusan ke depan, so ia harus menjadi landasan dan acuan dalam bergerak.
Nah, agar dapat mudah dipahami dan tidak mbulet pada teori2 ideal yang diinginkan, makanya ana usulkan agar kita membuat GBHK lebih seperti layaknya panduan, dimana hal-hal teknis dan parameter tercapainya program dakwah secara kuantitatif dapat dijabarkan di internal lini dengan kesepakatan bersama ketika Musyawarah Kerja berlangsung nantinya.

Kemudian untuk beberapa poin yang masih harus kita selesaikan dengan daya yang lebih keras adalah pembatasan kerja kita pada tiap lini yang coba kita canangkan, dan bagaimana kondisi achievable-nya agar rancangan yang dibuat dapat terimplementasi secara optimal.

1. Kaderisasi (Pembinaan dan Pengembangan Sumbar Daya “Manusia”)
Kita sepakat bahwa kaderisasi yang akan kita garap adalah bukan kaderisasi yang meng-general secara luas “manusia”, bukan pula mengurusi ADK di wajihah manapun, tetapi adalah bagaimana anggota JMMI yang ada, nantinya mampu menjadi kader yang me-ngurusi JMMI. Saat mereka telah mengecap manis-pahitnya JMMI dan tercetaknya banyak kader2 unggul, kita pun bisa membaginya ke wajihah lain, begitulah kasarannya. Oleh karena itu dibutuhkan fokusan agar lini kaderisasi mampu meng-create implementasi marhalah yang ketat dan tepat guna, dengan menggoptimalkan sistem marhalah yang sudah sangat apik.
Nah, mengenai kaderisasi terpadu, baik melalui mentoring dan sinerginya dengan LDJ ana sarankan tidak kita booming-kan dulu, cukuplah itu menjadi impian kita bersama dan visi internal PH nantinya.. Karena terus terang hal ini berat untuk dibuat konsep dan deskripsi alur kerja pencapainnya sekarang. InsyaAlloh tahapan awal kita kuatkan diskusi kaderisasi-mentoring dan juga penguatan dan penetrasi arahan pada Tim FSLDJ sehingga hal ini dapat terwujud.

2. Hubungan Kelembagaan
Lini ini merupakan suatu penggabungan yang unik dari hal-hal yang belum pernah ada sebelumnya. Disini pulalah letak pengubahan strategi kita dengan mengacu pada kaderisasi dan sinergisitas.. Kenapa begitu?
Satu poin penting yang tidak kita masukkan pada Lini Kaderisasi / PPSDM ke depan adalah penjagaan pengurus, bukan penjagaan anggota yang akan menjadi pengurus/kader.., kita harus bedakan ini!! Disini pula terdapat stressing poin sinergisitas dalam arti luas, dengan mendata dan membangun hubungan baik terhadap eksternal lembaga (ORMAWA dan LDJ) maupun eksternal kampus yang bersifat Kemitraan seperti Sponsor, Donatur, Alumni, dan lembaga NGO (Non Government Organization). Nantinya pasti fungsi eksternal lembaga seperti ORMAWA dan LDJ tidak perlu pembuatan kerja khusus karena ini dapat dibantu Ketum dalam mencitrakan fungsi keluarnya..

3. Syiar Kampus
Syiar yang kita fokuskan penetrasinya pada segmen kampus dimana mad’unya tentu civitas akademika. Kajian yang dipadu dengan media tentu menjadi kekhasan tersendiri dalam berdakwah kepada civitas akademika. Yang menjadi sorotan adalah bagaimana media dapat berjalan efektif, yang benar-benar mampu mensyiarkan info-info keislaman baik melalui majalah maupun media online terutama website JMMI kita. Mengutip perkataan mas Aditya Abdurrahman, bahwa Siapa yang menguasasi media, maka ia mampu menguasai opini massa.. Buletin pun menjadi garapan yang diusulkan TPKI, tapi disini kita hanya mencetak dan mendistribusikannya, karena konten telah diatur Bapak-Bapak TPKI..
Tak ketinggalan, mading juga perlu memiliki perhatian tersendiri.. Untuk itu, dengan keterbatasan sdm yang kompeten, kita bisa menempatkan mereka pada posisi2 strategis, sperti halnya mengontrol isu dan menuangkannya dalam writer majalah dan web, layouter, dan pemimpin redaksi. Untuk sdm2 pencetak, pendistribusi dapat diserahkan pada sdm baru, sedangkan uang/dana didapatkan dari keuangan danus!
Nah, sekarang tinggal dibuat derskripsi alur kerja yang jelas dalam tiap fase2nya sehingga dapat memandu pengoptimalan segala dicita-citakan. OK! ^_+

4. Kemuslimahan
Sungguh fantastis, lini ini paling hangat dibicarakan.. He2. Tentunya karena muslimah ingin dimengerti. Yap, tepat sekali. Tapi yang perlu diingat dan biar gaweannya jelas, sangat perlu dipahami bersama bahwa muslimah itu adalah muslimah ITS! Ana rasa sudah cukup diskusi panjangxlebar yang dilakukan, baik mulai dari forum Pra MA 1 sampe dengan milis ini.. Nah, sekarang tinggal tim kerja di bagian ini (terutama akhwatnya) termasuk ana mampu membuat deskripsi alur kerja di kemuslimahan sehingga dapat memahamkan benar perannya pada siapapun yang memandangnya.
Terkait Korma, ana sih oke2 aja mau digabung ke habitatnya, asal benar-benar dapat membedakan mana yang berfungsi sebagai koordinator muslimah secara umum dan mana yang berfungsi sebagai ketua untuk tercapai dengan optimalnya program dakwah kemuslimahan yang dicanangkan.

5. Pelayanan (ato Kepedulian) Umat
Untuk lini yang satu ini denger-denger mau dijadikan biro ato semacam tim saja yang tidak perlu menjadi departemen. Hmm, berarti sudah siap untuk berkreasi nih! Dan memang nyatanya belakangan lini KU yang terasa bagi umat sekitar kampus ya. Dan mandiri lagi! Salut! Berarti tinggal dipertahankan dan bisa mengmbangkan lagi layaknya EES nya BEM ya.. Dengan menarik sukarelawan tentunya!

6. Kelembagaan
“Manajemen lembaga yang mapan”, ini salah satu misi kita. Nah, perlu berbenah lagi nih kesekretariatan kita, dan kita sudah sepakat bahwa ada ikhwan-akhwat disini. Memang begitulah layaknya, karena ilmu ini ana dapatkan dari PMLDK di UB beberapa bulan yang lalu. Intinya urgen banget akhwat yang megang masalah administrasi dan surat menyurat (karena sifat ketelitian dan kesabarannya kali ya), terlebih nanti kita canangkan Sekretariat Putri, sepertinya tambah mapan deh. InsyaAlloh. Trus untuk keuangan tinggal bagaimana kita memiliki bendum yang handal mengelola aliran kas dan pendistribusian pada tiap lini. Untuk yang ini ana rasa gak perlu dari ahwa kok! 2008 pun bisa sepertinya.

7. Dana dan Usaha
Salah satu indikator keberhasilan LDK-LDK mapan memang adanya kemampuan untuk mewujudkan kemandirian finansial.. Top cer deh. Tapi memang tidak mudah kalo ujuk-ujuk jadi departemen sendiri, karena keutamaanya bukan pada fungsi vital seperti halnya kaderisasi dan sinergisitas, tetapi menjadi supporting system yang menyokong keberhasilan, terutama syiar-syiar melalui media nantinya yang sangat kecil kemungkinannya mengandalkan dana birokrasi karena tidaknya proposal pembuatan majalah ManaZine..he2. Tapi menjadi gawean kita bersama juga agar memahamkan staf2 ke depan agar mampu membuat LPJ tepat waktu dan bersungguh mengambil dana, karena efeknya sangat besar pada keberlangsungan lembaga ternyata.

Tentunya ada yang belum terbahaskan secara spesifikya, yakni puskom, rancangan FSLDJ ke depan dan tentunya apa lagi kalo bukan badan pelaksana mentoring..
Nah, puskom tentunya sudah paham benar fungsinya sebagai fasilitator dan ph yang mumpuni tentang masalah ldk-lah yang menjadi bagian dari tim puskom ini.
Kemudian kenapa diusulkan tim FSLDJ langsung di bawah Ketum karena disamping ini merupakan masukan dari Pak Ketum 09-10, hal yang dipahami juga adalah bahwa fungsi di FSLDJ nantinya merupakan fungsi perwakilan untuk merumuskan, sehingga tentu peran strategis yang bermain disini, disamping karena tim nya pun sudah terbentuk, sehingga tidak perlu repot2 mengalokasikan resource pada FSLDJ ini.
Untuk mentoring, sebagai amanah yang luar biasa yang diberikan pada kita tentu harus dibiarkan berkreasi sebaik mungkin. Tapi yang juga perlu diingat adalah jangan sampai agnda2 BPM justru menjadi bumerang terhadap program JMMI secara keseluruhan, justru harus mampu kita mengarahkan pada agenda-agenda selektif yang mampu mengantarkan mentoring sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kaderisasi JMMI sehingga JMMI pun mampu mencicipi hasil jerih payahnya..

Satu hal terakhir, tentunya Sekum akan menjadi poin penting ke depan.. dan tidak perlu lagi terbebani masalah keadministrasian karena ia harus mengontrol internal dengan baik nantinya.. Dan kalo pun di GAMAIS ITB ada sektor yang mengontrol di tiap sektor, kita tidak perlu sampe serepot itu, karena toha asal sekum, ketum dan koordinator akhwat ke depan berkoordinasi dengan baik ke depan insyaAlloh pengontrolan agar lini berjalan sesuai Visi akan dapat berjalan dengan baik.. InsyaAlloh. Dan yang pasti, sdm kita pun lebih hemat disini!

Wallohu a’lam..

Sekian deskripsi dari ana, mudah-mudahan mampu menebarkan kebermanfaatan. Dan mohon segera diisi Arahan Kerja dan Rancangan Pencapaian untuk lini-lini karena masih kosong, tentunya oleh tim kerja yang telah dibentuk.. serta tolong dikoreksi dan dibenahi bersama karena apa yang ditawarkan itu sangat jauh dari kesempurnaan.. Jazakumulloh!

Ikhwah fillah, mari bersemangat di 3 hari terakhir ini untuk masa depan beberapa tahun ke depan JMMI yang lebih baik!
Innalloha ma’ana.

AHWA XXI
se.MA.ngAT
Allohuakbar!

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “Mencoba memanggil memori ketika AHWA

  1. erik

    kok gak ada FSLDAJ ya mas, hehehehe

    • refi

      afwan bb ni akh.. baru mau mulai melanjutkan nulis lagi nih..
      sip.., nice comment! dulu memang masih awal2 dan belum kepikiran fsldj mau dibuat bidang ato seperti apa..
      tapi alhamdulillah semua sudah berjalan.
      tinggal diperjuangkan dan dioptimalkan hasilnya ya akh.
      jazakalloh khoir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s