Ngamen Tak Musti Orang Rendahan

Perjalanan ke negeri orang, seringkali banyak hal baru yang ditemukan. Begitu pun aku yang baru saja selesai dari perjalanan panjang di Bandung. Satu hal unik yang bisa aku temukan adalah pengamen ”elite” yang berkeliaran dimana-mana. Beda halnya dengan kota domisiliku, Surabaya, ngamen jadi suatu pekerjaan yang tidak berbobot, sia-sia, bahkan nista si mata sebagian orang. Tapi tidak begitu citra yang terpancar oleh pengamen Bandung.
Tak ayal jika biola, gendering, seruling tetap menemani mereka. Nada merdu kompilasi dari suara dan alat membuat pendengar betah berlama-lama mendengarnya.
Dan aku pun tak mau meninggalkan mereka begitu saja. Di angkot pun, aku layani pengemis “elite” itu..

(tulisan pas training jurnalistik bareng mas petrus. dah lama sih, pas abis dari libur panjang. tapi tau gak, di antara tulisan teman2 yang lain, tulisan ini yang dibilang bagus..he2. Aneh, para sastrawan emang sulit ditebak!)

Leave a comment

Filed under Hobbies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s