Sebuah Refleksi Kepahlawanan

Pekik Takbir Bung Tomo

Berbagai tindak pidana dan bencana yang terjadi di Negara ini membuat kita seringkali mengeluh, optimis bahwa Negara ini sedang dikutuklah, banyak dosa lah, sehingga membuat kita pesimis untuk bangkit dan berinovasi. Tidak jarang para kawula muda yang identik dengan mahasiswa berkoar-koar di jalanan menuntut keadilan di bumi pertiwi ini. Mereka berupaya menjadi “pendobrak”, berusaha mengingatkan para penguasa untuk tidak lagi banyak menyelewengkan amanah rakyat. Menuntut adanya para penguasa negeri untuk dapat berlaku jujur, tidak korupsi, tidak hanya turun ke bawah pada saat mereka menginginkan jabatan, dan menolak neoliberalisme.

Lantas cukupkah hal ini menjadi solusi yang menyelesaikan permasalahan bangsa?

Bertahun-tahun negeri ini telah menggapai kemerdekaan, menuai hasil jerih payah para pahlawan yang bahkan darah mereka menjadi taruhan, tapi ternyata tidak ada trend yang signifikan mengangkat derajat bangsa saat ini. Negara ini tetap saja menjadi Negara “berkembang”, lebih dari setengah abad titel ini disandang. Entah sampai kapan ujung perkembangan kita. Sekali lagi ini membuat para tunas bangsa pesimis bahwa mereka bisa menjadi bangsa yang besar.

Hal yang harus diingat duhai generasi penerus bangsa, adalah introspeksi. Tentu ada yang harus dibenahi dari segala pergerakan kita, dari segala rutinitas pekik dan koar luapan semangat kita, dari semua bentuk kepedulian kita terhadap bangsa ini. Kita belum peduli dengan diri kita sendiri. Kita belum bisa memaknai bahwa kita sangat butuh peduli pada yang menciptakan kita. Inilah yang seharusnya menjadi ruh pergerakan kita.

Mencoba melintasi dimensi ruang dan waktu dimana kita dihantarkan pada masa-masa keemasan, akan optimisnya pahlawan merenggut kemerdekaan, yang suksesnya menuaikan hasil, kita bisa melakukan studi komparasi di sini. Nama-nama seperti Pangeran Diponegoro, Raden Fatah, Tuanku Imam Bonjol, bahkan Bung Tomo sekalipun tentu tidak asing lagi bahwa mereka adalah orang yang dikenal sebagai orang yang taat beragama, tidak meninggalkan kepedulian mereka pada Sang Penguasa. Mereka butuh menjaga kontinuitas ibadah, dan disiplin terhadap panggilan Ilah mereka.

Bagi yang merasa arek-arek Suroboyo tentu mengenal Bung Tomo karena Bung Tomo adalah figur pahlawan mereka. Tapi sayang tidak semua dari arek-arek Suroboyo ini mengetahui bahwa ada satu kalimat sakti yang dipekikkan Bung Tomo untuk menyemangati pemuda Surabaya pada detik-detik merenggut kembali Surabaya dari penjajahan, yang menjadikan ruh pergerakan mereka, sehingga menjiwai dan meresapi akan apa yang menjadi tujuan pergerakan mereka. Dengan heroik Bung Tomo meneriakkan AllahuAkbar!! Pekik takbir yang ia kumandangkan sehingga membahana di seantero Surabaya.

Itulah yang menjadi pembeda. Itulah yang membandingkan hasil yang dicapai oleh pemuda terdahulu dengan pemuda “moderat” saat ini. Kita bisa merasakan heroik perjuangan mereka para pejuang, dimana para penguasa saat itu getir terhadap aksi-aksi para pemuda. Tapi saat ini kawula muda yang melakukan aksi hanya dipandang sebelah mata oleh para penguasa. Jangankan getir terhadap aksi yang dilakukan, turun untuk menemui menemui para aktor lapangan ini pun sangat jarang terjadi. Yang dilihat hanyalah anarkisme para pemuda, sehingga wajar mereka para penguasa malah melarikan diri.

Saatnya kita benahi karakter kita sebagai pemuda bangsa. Kita berjuang atas dasar kepahaman kita terhadap arti pentingnya berjuang. Kita bergerak karena memang pergerakan dalam setiap kebaikan adalah urgensi yang mutlak. Dan kita sadar bahwa kesemuanya itu dilakukan dalam rangka ketakjuban kita pada keagungan Ilahi, sebagai kebermanfaatan kita pada yang lainnya.

Jadi marilah memulai membangun bangsa dengan landasan keimanan dan kecintaan yang besar terhadap Tuhan, yang diaplikasikan dengan kedisiplinan dalam memenuhi panggilan-panggilanNya. (/ref)

Leave a comment

Filed under Ruhul Jadid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s