Menapaki Jejak Tulis Menulis..

Undang-Undang PP, Apakah?
Di saat era sudah meninggalkan kemajuan peradaban sejati, menjauhi keunggulan dinamisasi yang madani, elemen-elemen pembangun pondasinya mulai mencoba mengucapkan ikrar-ikrar baru tentang arti sebuah peradaban maju yang modern. Bangunan-bangunan tinggi dalam kemegahan yang jelas memberikan segmentasi antara si kaya dan si miskin, persaingan yang menghalalkan segala cara demi seonggok rupiah, dan kebebasan mengeksploitasi diri dengan tanpa keterbatasan, menjadi tolok ukur yang diagungkan. Sungguh nista kemajuan peradaban semacam ini.!
Pernahkah kita mengamati bahwa pencapain semacam ini bukanlah hal yang baru, bukanlah suatu konsep yang menjanjikan independensi, dan bukan pula bentuk konkret perubahan akan kemajuan peradaban.. Ini hanyalah sebuah klise, dan perwujudan metamorfosa dari kebobrokan zaman jahiliyah kala dahulu. Kemegahan yang dielu-elukan Firaun dan Qarun dahulunya, sekarang hanya menyisakan aroma sejarah dalam puing-puing kehancuran. Harta hanya menjadi keunggulan sementara, saat kuasa Sang Penguasa membungi-hanguskannya. Di sisi lain, satu hal yang menjadi sorotan akan pernyataan mengenai kebobrokan “kemajuan” saat ini adalah bagaimana dahulunya di zaman jahiliyah pergaulan yang sangat bebas dengan kemaksiatan direlakan dimana-mana. Martabat manusia tidak lebih dari kepingan uang koin yang dapat diperjual-belikan. Sadisnya lagi, hal itulah yang kembali terulang.
Pengkrucutan dari semua permasalahan ini adalah kemauan akal akan kepasrahan untuk menjadi budak seuntai kata yang disebut nafsu.!!
Sadarilah duhai jiwa, hati ini sudah menanti-nanti gerimis karunia Sang Pemilik Jiwa. Sadarilah duhai jiwa, kebingunganmu akan tempat pengaduan sejati hanya ada pada keridhaan-Nya. Sadarilah duhai jiwa, kebenaran ada di depan matamu dan kamu hanya butuh secuil kemauan untuk membukanya.
Undang-undang PP hanyalah segelintir apresiasi untuk benar-benar kembali mewujudkan peradaban yang dinanti-nanti kejayaannya. Mencegah kebebasan yang membabi buta dengan dalih ekspresi diri, membebaskan belenggu kebohongan akan kata peduli generasi muda, padahal pengekspresian diri yang menurunkan moral bocah-bocah pencari kebenaran. Generasi ini harus bangkit, harus bisa mengerti bahwa negeri ini dalam tahapan kesuksesannya, jangan halangi dengan kotoran-kotoran kemunafikan.
Jayalah kebenaran… Musnahlah kebathilan!

Leave a comment

Filed under Ruhul Jadid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s